Halaman

    Social Items

"Aku rela dipenjara bersama buku, karena dengan buku aku bebas." — Mohammad Hatta
"Tahu kau mengapa aku sayangkan kau? Karena kau suka membaca, dan kau tulis apa yang kau baca." — Pramoedya Ananta Toer
"Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan buku-bukunya terlebih dahulu." — Milan Kundera
Singapura Bikin Program "ReadSG", Baca Buku 15 Menit Sehari Dibayar Koin Digital



pbwp - Di era gempuran short-form content dan media sosial, kebiasaan membaca buku seringkali kalah telak dari kebiasaan scrolling lini masa tanpa ujung. Tanpa sadar, waktu puluhan menit habis begitu saja hanya untuk melihat video pendek atau membaca tajuk berita instan.   

Menariknya, pemerintah Singapura melalui National Library Board (NLB) baru saja meluncurkan sebuah gerakan inovatif bernama ReadSG. Bukan dengan melarang warganya bermain gawai, program ini justru memanfaatkan teknologi untuk mengajak masyarakat kembali melirik buku lewat cara yang seru: membaca 15 menit sehari berhadiah koin digital!   

Seperti apa cara kerja program unik ini? dan apa pelajaran penting yang bisa diambil untuk kita semua? Mari kita bedah tuntas!


Mengenal ReadSG: Gerakan Literasi Berbasis Gamifikasi

Diluncurkan secara resmi pada 6 September 2026 bertepatan dengan National Reading Month perdana di Singapura, ReadSG dirancang sebagai gerakan nasional berjangka waktu lima tahun. Target utamanya sederhana namun berdampak besar: membangun konsistensi membaca di tengah masyarakat.

Melalui platform digital milik pemerintah bernama CrowdTaskSG, masyarakat diajak mengikuti ReadSG Challenge dengan mekanisme berikut:

- Durasi Singkat: Peserta cukup meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk membaca.  

- Catat Mandiri: Sesi membaca tersebut kemudian dicatat melalui platform digital yang disediakan.  

- Sistem Reward: Setiap sesi valid akan diganjar dengan 20 koin virtual (maksimal satu sesi dihitung per hari).   


Bukan Sekadar Cari Cuan, Ini Soal "Pemicu Kebiasaan"

Banyak headline media sempat menyebut bahwa Singapura "membayar warganya untuk membaca". Padahal, jika dikalkulasikan secara jeli, nilai uangnya sangat kecil. Sebanyak 1.000 koin setara dengan S$1 (sekitar satu dolar Singapura), yang berarti setiap sesi membaca 15 menit bernilai sekitar dua sen Singapura saja.   

Dari sini terlihat jelas bahwa tujuan utama ReadSG bukanlah memberikan penghasilan instan. Nominal kecil tersebut berfungsi sebagai behavioral nudge pemicu psikologis agar aktivitas membaca terasa memiliki pencapaian kecil yang menyenangkan setiap hari. Program ini juga dilengkapi fitur ala game seperti reading streak (catatan hari konsisten membaca) dan experience points (XP).   


Tantangan Literasi di Era Digital: Mengapa Program Ini Lahir?

Langkah radikal namun santai yang diambil Singapura ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset National Reading Habits Study yang dirilis NLB:   

1. Tingkat Literasi Umum Masih Tinggi: Sekitar 89% orang dewasa di Singapura sebenarnya membaca secara rutin lebih dari sekali seminggu, yang mencakup berita, artikel web, maupun media sosial.   

2. Minat Baca Buku Menurun: Kendati demikian, porsi khusus untuk membaca buku secara berkala hanya berada di angka 28%.   

3. Distraksi Gawai: Mayoritas responden mengaku lebih cepat bosan atau teralihkan oleh berbagai hiburan cepat saji yang ditawarkan oleh satu layar ponsel pintar.


Ponsel menyuguhkan segalanya dalam satu genggaman, mulai dari video pendek, obrolan, hingga gim. Akibatnya, kemampuan manusia untuk memberikan perhatian penuh (deep focus) pada satu bacaan panjang semakin tergerus.


Inspirasi yang Bisa Diterapkan: Memulai dari 15 Menit Pertama
Inovasi ReadSG memberikan inspirasi segar bagi dunia literasi global, termasuk di Indonesia. Seringkali, kegagalan seseorang dalam membangun kebiasaan membaca bukan karena kurangnya bahan bacaan, melainkan karena target yang dipasang terlalu tinggi (misalnya harus langsung menghabiskan satu buku dalam beberapa hari).

Singapura membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah mikro:

- Cukup 15 Menit: Alih-alih merasa terbebani, 15 menit adalah durasi fleksibel yang bisa diselipkan saat jam istirahat, dalam perjalanan menggunakan transportasi umum, atau menunggu waktu luang.   

- Teknologi Sebagai Teman, Bukan Musuh: Alih-alih mengharamkan gawai, pemerintah justru merangkul ekosistem digital untuk mendistraksi kebiasaan buruk scrolling medsos menjadi scrolling halaman buku digital.


Pada akhirnya, hadiah terbesar dari program semacam ini bukanlah koin digital yang terkumpul, melainkan pulihnya kemampuan kita untuk fokus, berpikir kritis, dan mendalami suatu informasi di tengah dunia yang bergerak serba cepat.

Bagaimana dengan sobat, sudah meluangkan waktu 15 menit hari ini untuk membaca buku favoritmu?   

Artikel ini sudah tayang di media online Campusnesia.co.id!



Referensi:

- This country is paying people to read books for 15 minutes (timesofindia.indiatimes.com
)

Kenalan dengan "ReadSG", di Singapura Baca Buku 15 Menit Sehari Dibayar Koin Digital

 


pbwp - Berikut adalah daftar kegiatan literasi Pojok Baca Weron People selama bulan Agustus 2026.


1. Baca Buku Akhir Bulan
Baca Buku AKhir Bulan adalah agenda rutin Komunitas Weron People setiap tanggal 25 hingga akhir bulan untuk datang dan membaca buku di Pojok Baca. Kegiatan ini setali tiga uang dengan agenda rutin yaitu penghimpunan dan penghitungan JINSOS (Jimpitan Dana Sosial) Dukuh Weron.

Berikut dokumentasinya:

































Dokumentasi Giat Literasi Pojok Baca Weron Pople Bulan Agustus 2026




pbwp - Minggu 23 Agustus 2026 mumpung libur saya menyempatkan main ke Pati Kota yang jaraknya sekitar 25 menit dari desa saya. Hari ini tujuan saya ke GOR Pesantenan Pati yang berdasar informasi dari rekan saya sedang berlangsung acara Festival Literasi Pati.

Kegiatannya sendiri berlangsung sejak tanggal 19 dan bakal selesai pada tanggal 24 Agustus 2026, jadi setidaknya sebelum usai saya bermaksud datang untuk melihat-lihat. Mengutip dari poster yang beredar penyelenggraa yaitu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati festival ini berisi bazar buku, bedah buku, bimbingan teknis (bimtek) pembuatan komik, sesi mendongeng, hingga lomba menggambar.

Saya datang sekitar jam 17.00 WIB nampak ada puluhan pengunjung tapi tidak sampai ratusan, ada banyak lapak buku berdasar kategori dari buku anak, novel, sejarah, agama hingga politik.

Beberapa judul menarik perhatian saya karena bukunya cukup populer seperti buku Ikigai karya Héctor García dan Francesc Miralles, Distilasi Alkena karya WIra Nagara, komik Terlalu Tampan hingga sebuah buku yang menggelitik berjudul Kesuksesan Tidak Butuh Kunci karya Ananta Rispo yang kita kenal sebagai Komika dan anggota grup komedi GJLS.

Stand UMKM dan peserta acara lainnya sore itu juga kebetulan tidak ada penjaganya, padahal pengen main dan mampir untuk menyapa, mungkin saya terlalu sore datangnya.

Puas melihat-lihat, jalan-jalan di hari Minggu itu saya lanjutkan dengan mampir ke toko buku bekas yang terletak di daerah Kaborongan Kota Pati, kalau dari GOR Pesantenan yang terletak di daerah Puri kita harus berkendara sekitar 5 menit. Ancer-ancernya sebelah timur SMP N 8 Pati tepat di depan Rumah Makan Omah Cabe.

Setelah asyik memilih-milih sekitar 30 menit, pilihan saya jatuh pada satu Majalah Panjebar Semangat majalah berbahasa Jawa edisi tahun 2019, dua Komik Naruto, dua Majalah Donal Bebek, satu Majalah Intisari terbitan tahun 1987, dua Novel Lupus karya Hilman tahun 2000 dan dua Novel Wiro Sableng karya Bastian Tito nostalgia banget.

Ini kali kedua saya mampir di toko buku bekas tersebut dari sisi harga cukup kompetitif dengan yang di toko online, kelebihannya jelas kita bisa memilih langsung di lokasi, bisa langsung dibawa pulang dan jika menemukan judul-judul tertentu, rasanya seperti menemukan harta karun.

Dalam hal book thrifting setiap orang memiliki referensi masing-masing, tidak melulu judul-judul populer atau terbitan baru, bagi saya justru menemukan majalah atau buku yang lawas bisa jadi pemuas karena mengingatkan pada memori masa kecil. Misalnya novel Wiro Sableng yang kali pertama tahu ada novelnya saat kelas 4 SD dan sinetronnya yang menemani masa kanak-kanak setiap hari Minggu siang dengan jurus Pukulan Mataharinya.

Majalah Intisari adalah pilihan saya setiap kali ke perpus saat SMP, dibaca untuk dapat info-info unik yang sangat fresh pada masanya. Sedangkan Novel Lupus karya Hilman adalah referensi bagaimana menjadi pelajar gaul dengan bumbu romansa juga saya baca saat SMP setelah menonton sinetronya di Indosiar yang diperankan oleh Irgi dan Mona Ratuliu.

Video vlog


Buku dan majalah hasil thrifting ini bakal menjadi pendatang baru di Perpus Campusnesia dan  Pojok Baca Weron People sebuah upaya untuk mengkampanyekan literasi di dukuh saya Weron Tegalharjo Trangkil Pati.

Membaca tidak melulu harus buku-buku yang serius dan inspiratif, majalah dengan informasi sederhana, komik dan novel fiksi juga sama pentingnya untuk memantik imajinasi, menginspirasi bagaimana menulis fiksi serta menjadi cara sejenak beralih dari doomscrolling sosial media yang bisa berdampak pada short attention span kita.

Oke sobat pembaca demikian tadi postingan kita kali ini tentang Main ke Festival Literasi Pati dan Lanjut Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Achmad Munandar

Artikel ini juga tayang di Campusnesia.co.id

Pengalaman ke Festival Literasi Pati dan Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan

E-Book Cuan Seger Jadi Blogger Gratis

pbwp - Berikut adalah E-book berjudul "Cuan Seger Jadi Blogger" yang ditulis oleh Achmad Munandar founder media online Campusnesia.co.id isinya sebagian besar adalah pengalamannya saat merintis dan mengembangkan media online Campusnesia.co.id, Wirausahanesia.com dan Loetju.id.

Scroll ke bawah untuk membaca.

E-Book Cuan Seger Jadi Blogger Gratis



pbwp - Baru-baru ini saya menonton video di channel Malaka Books yang merupakan bagian dari Malaka Project berjudul Tips Baca untuk yang malam baca yang dibawakan oleh Cania dan Abigail.

Video ini membahas cara membangun kebiasaan membaca bagi mereka yang merasa tidak suka membaca atau kesulitan memulai. Bagi saya sangat menarik dan untuk sobat Campusnesia kami coba rangkum dalam beberapa poin, berikut adalah poin-poin utamanya:


Mengapa Membaca Itu Penting?
Membaca bukan sekadar mengisi waktu, melainkan melatih keterampilan kognitif mendasar:

- Melatih Visualisasi dan Imajinasi: Otak belajar mengubah teks menjadi visual, yang tidak didapatkan saat hanya mengonsumsi konten video.

- Berpikir Linear dan Runut: Buku membimbing otak untuk memproses informasi secara tahap demi tahap (premis ke konklusi), berbeda dengan konten media sosial yang melompat-lompat.

- Melatih Fokus dan Attention Span: Membaca membutuhkan waktu dan ketenangan, yang berfungsi sebagai "latihan otot" untuk fokus jangka panjang di dunia yang serba cepat.


Tips Membangun Kebiasaan Membaca
Cania dan Abi memberikan lima tips praktis:

1. Hindari Membaca Setelah Doom Scrolling: Jangan langsung membaca buku setelah menghabiskan waktu lama di media sosial karena otak sedang dalam kondisi hyper-stimulated dan fokus yang kacau. Cobalah membaca di pagi hari saat otak masih segar dan tenang.


2. Tempelkan Kebiasaan Membaca dengan Rutinitas Lain: Kaitkan aktivitas membaca dengan kegiatan harian yang pasti dilakukan, seperti saat menunggu jemputan, saat berangkat kerja (commute), atau sambil minum kopi/sarapan pagi.


3. Mulai dari yang Kecil (Start Small): Jangan langsung menargetkan buku yang sangat tebal atau merasa wajib menyelesaikan satu buku dengan cepat. Cukup baca satu atau dua halaman per hari secara konsisten.


4. Pilih Topik yang Disukai: Mulailah dengan genre, penulis, atau topik yang memang sobat minati secara natural agar aktivitas membaca terasa menyenangkan, bukan seperti tugas sekolah yang membosankan. Komik, manga, atau novel ringan pun dihitung sebagai literasi.


5. Berhenti Melabeli Diri Sendiri: Jangan terus-menerus mengatakan "Saya memang bukan pembaca" atau "Saya tidak suka membaca". Label tersebut seringkali menjadi penghalang bagi diri sendiri untuk berkembang.


Pengalaman membaca yang buruk di masa lalu (seperti tuntutan membaca buku teks sekolah yang tidak disukai) sering kali membuat orang membenci membaca. Kuncinya adalah mengubah pendekatan menjadi kegiatan leisure (hiburan) dan memilih materi bacaan yang relevan dengan minat pribadi untuk memicu rasa penasaran alami sobat.

Buat sobat yang mau nonton videonya langsung di youtube, bisa lewat tautan berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=FnqVVPNsCmk 



Artikel ini telah tayang di Campusnesia.co.id

5 Tips Baca untuk Yang Malas Baca dari Cania dan Abigail Malaka Books

E-Book Cara Masuk Halaman Pertama Google dengan SEO Sederhana



pbwp - Berikut adalah E-book berjudul "Nangkring di Halaman Pertama Google dengan Jurus SEO Ala Kadarnya" yang ditulis oleh Achmad Munandar founder media online Campusnesia.co.id isinya sebagian besar adalah pengalamannya saat merintis dan mengembangkan media online Campusnesia.

Scroll ke bawah untuk membaca.

E-Book Nangkring di Halaman Pertama Google dengan Jurus SEO Ala Kadarnya

E-Book 101 Ide Usaha Baca Gratis

 

pbwp - Berikut adalah E-book berjudul "101 Ide Usaha" yang ditulis oleh Achmad Munandar founder media online Campusnesia.co.id isinya sebagain besar pernah tayang di Campusnesia sebagai artikel yang bertema entrepreneurship.

Scroll ke bawah untuk membaca.

E-Book 101 Ide Usaha Baca Gratis




pbwp - Sabtu sore tanggal 18 Juli 2026 jadi malam Minggu yang membahagiakan,  Pojok Baca Weron People kedatangan tamu istimewa yaitu Ibu Wita bersama suami yang merupakan Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Kunjungan ini sangat berarti bagi kami sebagai TBM yang baru seumur jagung dengan koleksi buku seadanya, bagaikan percikan api penyemangat untuk tetap aktif dan eksis mengakampanyekan literasi di dukuh kami.

Dalam perbincangan yang hangat sembari menikmati Es gempol khas Dukuh Weron banyak masukan yang kami terima, diantaranya tentang plang nama TBM yang sebaiknya ada agar mudah ditemukan sekaligus branding untuk Pojok Baca, masukan ini akan segera kami tindak lanjuti.

Bu Wita yang berkunjung bersama suami juga memberikan masukan, "memperhatikan lokasinya sepertinya sore-sore baca buku sambil ngopi," ungkap suami beliau.

Walau ini sekedar obrolan tapi bagi kami juga jadi ide yang bagus untuk diterapkan di masa datang.

Sebagai informasi Pojok Baca Baca Weron People merupakan salah satu program di bidang pendidikan dan literasi, bagian dari Komunitas Weron People yang aktif dalam berbagai program kegiatan sosial kemasyarakatan di Dukuh Weron.

Lewat postingan ini, kami mewakili rekan-rekan dari Pojok Baca dan Komunitas Weron People mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan masukan dari RELIMA. Semoga ke depan berkenan terus membersamai dan memberi masukan agar TBM kami yang kecil ini mampu berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Dukuh Weron Desa Tegalharjo.









Penulis:
Achmad Munandar
Pengurus Pojok Baca Weron People

Foto:
Ibu Wita

Pojok Baca Weron People Dapat Kunjungan Dari Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Pati Jawa Tengah